This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Kontingen DIY Meraih Juara Umum pada Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Nasional Tahun 2015

DIY JuaraYogyakarta (19/06/2015) Kontingen DIY berhasil meraih juara umum pada Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) PAUDNI Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015 yang berlangsung pada 3-9 Juni 2015 di Medan.

Hal tersebut dilaporkan Kepala Balai Pengembangan Kegiatan Belajar DIY, Bambang Irianto, kemarin Kamis (18/06) kepada Kepala DInas Dikpora DIY, Kadarmanto Baskoro Aji. DIY meraih juara umum dengan perolehan Juara I untuk Lomba Karya Nyata (LKN) Instruktur Komputer atas nama Muhadi Tri Wusana, LKN Instruktur Baby Sitter Ina Lathifah, LKN Otomotif Tukirin, dan LKN Tata Busana Valentina Poniyem. Juara II diperoleh dari LKN Penilik Juyunah Nur Latifah, dan LKN Tutor Keaksaraan atas nama Herin Ratnaningsih. Juara III diraih oleh Lilis Suryani kategori LKN Pendidik PAUD.

Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) atas nama Agus Nurwijanarko dan Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) memperoleh juara harapan pertama. Serta Rr. Dwi Suwarniningsih meraih juara harapan kedua untuk kategori LKN Kepala Sanggar Kegiatan Belajar.

“Diharapkan prestasi juara umum ini mampu memberikan inspirasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan lainnya untuk selalu berprestasi dalam berkarya”, ungkap Kadarmanto Baskoro Aji seraya menambahkan agar mempertahankan prestasi ini di tahun mendatang.

Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi dilaksanakan setiap tahun. Seleksi secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Jenis PTK PAUDNI yang dilombakan meliputi 15 jenis yang dilakukan dengan penyusunan karya nyata/tulis berupa best practice, tes psikologi, dan presentasi. Materi lomba berupa inovasi pembelajaran atau inovasi program. [fauziep]

DIY Juara Umum untuk Ketiga Kali

Dikbud IMG_9535Medan (09/06/2015) Setelah menunggu enam tahun akhirnya kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meraih predikat juara umum pada Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tahun 2015 di Medan. DIY juara umum terakhir kali tahun 2009 di Yogyakarta dan pada tahun 2008 juara umum bersama dengan Jawa Tengah di Semarang.

DIY meraih juara umum dengan perolehan Juara I untuk Lomba Karya Nyata (LKN) Instruktur Komputer atas nama Muhadi Tri Wusana, LKN Instruktur Baby Sitter Ina Lathifah, LKN Otomotif Tukirin, dan LKN Tata Busana Valentina Poniyem. Juara II diperoleh dari LKN Penilik Juyunah Nur Latifah, dan LKN Tutor Keaksaraan atas nama Herin Ratnaningsih. Juara III diraih oleh Lilis Suryani kategori LKN Pendidik PAUD.

Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) atas nama Agus Nurwijanarko dan Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) memperoleh juara harapan pertama. Serta Rr. Dwi Suwarniningsih meraih juara harapan kedua untuk kategori LKN Kepala Sanggar Kegiatan Belajar.

Prestasi kontingen DIY ini cukup fenomenal, mengingat jumlah satuan PAUD dan satuan pendidikan nonformal sangat terbatas dibanding provinsi lainnya di Jawa. Daerah setingkat provinsi yang hanya memiliki lima kabupaten/kota ini mampu melakukan seleksi secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota dan tingkat DIY. Seleksi di tingkat kabupaten/kota didukung dengan anggaran pemerintah daerah setempat yang dimulai dari sosialisasi, pembinaan, seleksi dan pembimbingan tingkat kabupaten/kota.

Anggaran kabupaten/kota bisa dialokasikan sebagai buah dari koordinasi dan sinkronisasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Dikpora DIY melalui Balai Pengembangan Kegiatan Belajar DIY.

Seleksi tingkat DIY pun boleh dikata sudah tidak mengandalkan anggaran dari pemerintah pusat. Anggaran dari kementerian lebih difokuskan pada latihan olah vokal presentasi, senam aerobik dan paduan suara.  Walaupun jumlah alokasi APBD yang tidak begitu besar, namun strategi pemusatan latihan yang disusun oleh para pamong belajar Balai Pengembangan Kegiatan Belajar DIY mampu menghasilkan kontingen yang siap berkompetisi.

Dukungan akademisi dan praktisi sangat membantu pelaksanaan strategi pemusatan latihan kontingen DIY. Akademisi berasal dari  Fakultas Ilmu Budaya UGM (Wiwien W Rahayu, M.Hum), Fakultas Ilmu Pendidikan UNY (Dr. Iis Prasetyo dan Dr. Farida Agus S., M,Psi.), Fakultas Bahasa dan Seni UNY (Dr. Tadzkiroatun M.), Fakultas Teknik UNY (Dr. Kokom Komariah dan Noto Widodo, M.Pd.), praktisi olah vokal dan presentasi (Kak Risdiyanto), Penilik Kulon Progo (Ari Sulistyo), praktisi penulis dari jurnalis (Ag. Irawan), guru SMK Kesenian (Drs. Langgeng) dan pelatih senam (Suprapti dan tim) serta DPD HIPKI DIY.

Metode pembimbingan menggunakan metode saling silang, ada empat orang pamong belajar yang menjadi tim pertama (Fauzi Eko Pranyono, Hikmat Widayat, Agus Hari Prabowo dan M.Th. Yetti Pudiyantari), masing-masing mengampu tiga atau empat orang anggota kontingen. Kemudian disilangkan dengan tim kedua yang terdiri dari empat pamong belajar pula (Basri Hananta, Cipto Suncoko, Bais Jajuli Sidiq, dan Bakti Riyanta). Sebelum dan selama pelaksanaan pemusatan latihan dengan metode saling silang ini, dibekali dan didampingi oleh narasumber ahli dari kalanga akademisi.

Pemusatan latihan dilaksanakan selama empat tahap. Setiap tahap dilaksanakan selama enam hari. Tahap pertama sampai dengan ketiga fokus pada pembimbingan penulisan naskah, yang dilaksanakan hingga batas akhir pengiriman naskah. Dana APBN digunakan untuk pemusatan latihan pasca pengiriman naskah yang dilaksanakan bekerjasama dengan DPD HIPKI DIY. Fokus pemusatan latihan tahap keempat ini tidak lagi pada naskah, tapi pada lomba kelompok yaitu senam dan paduan suara serta olah vokal dan presentasi.

Ibarat sebuah film, membutuhkan produser, sutradara, penulis skenario dan perangkat produksi yang handal disamping pemain yang berbakat. Produser memiliki biaya yang tinggi namun tidak didukung dengan kerabat kerja dan pemain yang berbakat niscaya akan menghasilkan film kurang bermutu dan kurang enak ditonton. Produksi fim adalah kerja tim. Begitu pula penyiapan kontingen adalah kerja tim. Terima kasih untuk semua pihak yang sudah terlibat dalam semua tahapan pemusatan latihan sehingga kontingen DIY berjaya.

Akhirnya, juara hanya label. Juara bukan tujuan utama. Lebih utama adalah mau dan mampu berbagi serta menjadi contoh bagi PTK PAUDNI lainnya. Karena itulah filosofi dari hamemayu hayuning bawono! [fep].

Sosialisasi Model dan Bahan Ajar PAUD Nonformal

IMG_20150304_093500Yogyakarta (04/03/15) Selama dua hari, 3 dan 4 Maret 2015, Balai Pengembangan Kegiatan Belajar DIY menyelenggarakan sosialisasi modul pembelajaran PAUD nonformal. Kegiatan ini merupakan sosialisasi panduan, model dan bahan ajar yang sudah disusun pada tahun 2014 dan diikuti oleh 50 orang pendidik dan pengelola PAUD nonformal di DIY.

“Meningkatkan kapasitas layanan paud oleh pendidik dan tenaga kependidikan PAUD nonformal, koordinasi dengan berbagai terkait, meningkatkan kualitas PTK pada setiap layanan PAUD. Kegiatan ini merupakan sarana yang strategis untuk menyamakan persamaan persepsi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan PAUD nonformal,” demikian pengarahan Drs. Bambang Irianto, M.Pd., Kepala BPKB DIY pada saat pembukaan sosialisasi di Ruang A BPKB DIY kemarin 3 Maret 2015.

Menurut Kepala Seksi Pemberdayaan, Emi Nurmaya, ada lima modul yang disosialisasikan yaitu (1) Panduan Magang bagi Pendidik PAUD; (2) model Penyelenggaraan PAUD Berbasis Budaya; (3) bahan ajar Stimulasi Anak Usia Dini melalui tembang dolanan anak; (4) bahan ajar Stimulasi Anak Usia Dini melalui Permainan Tradisional dan (5) bahan ajar Pengenalan Adat Istiadat bagi Anak Usia Dini. Model dan bahan ajar tersebut merupakan hasil karya pamong belajar BPKB DIY pada tahun 2014.

Teknis pelaksanaannya, secara bergantian selama dua hari para pengembang model dan penyusun bahan ajar menyampaikan substansi model/bahan ajar yang menjelaskan penggunaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan PAUD nonformal yang hadir.

“Harapannya agar produk hasil pengembangan model dan bahan ajar yang sudah dihasilkan dapat disosialisasikan ke lapangan dan diterapkan,” tambah Emi Nurmaya. [fep]